Sembako & Vitamin Bagi Keluarga Binaan Terdampak COVID-19

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin

SEMENJAK awal bulan Maret informasi mengenai adanya wabah virus Covid 19 atau yang lebih sering disebut dengan Virus Corona menjadikan sebagian masyarakat awam merasa khawatir terlebih lagi dengan penyebaran penularan yang sangat cepat hampir sama cepatnya dengan penularan virus influenza (flu) pada umumnya. Hingga pada akhirnya pada pertengahan bulan April lalu selama kurang lebih 14 hari semua kegiatan belajar mengajar formal sekolah, kampus bahkan madrasah juga di liburkan demi menjaga agar tidak terjadi penularan kepada putra – putri dan keluarga.

Selain itu, dibatasinya kegiatan yang menjadi pusat berkumpulnya masyarakat dalam jumlah banyak lebih dari 10 orang menjadikan beberapa aktivitas program sosial tertunda bahkan dibatalkan. Diakhir bulan Maret sebelum ketatnya penerapan aturan tidak boleh berkumpul lebih dari 20 orang LAZIS Sabilillah kantor Piranha telah selesai melaksanakan kegiatan pembinaan yang mana di dalam pertemuan rutinan yang dilaksanakan setiap tanggal 24 akhir bulan ada pemberian vitamin, melatih anak – anak, lansia dan orang tua asuh yang ikut hadir dalam pertemuan untuk bisa mencuci tangan dengan baik dan benar.

Pada agenda pembinaan serta santunan rutin tiap bulan yang juga dilaksanakan di kantor pusat LAZIS Sabilillah di Masjid Sabilillah juga sedikit berbeda meskipun tetap dilaksanakan santunan namun durasi waktu pelaksanaan dilakukan terjadwal. Dilaksanakan pada hari Sabtu lalu 11 April 2020. Sejumlah 150 anak asuh dan keluarga binaan yang rutin datang dijadwalkan hadir secara bergiliran sejak pukul 10.00 wib tiap 1 jam tidak lebih dari 20 orang yang hadir hanya untuk mengambil dana santunan sekaligus diberikan tambahan vitamin C untuk anak anak dan B Komplek untuk orang tua. Meskipun dilaksanakan dengan keterbatasan namun lembaga masih memberikan tambahan bantuan berupa beras seberat 5 kg sebagai bentuk kepedulian dalam masa penerapan karantina sosial mau tidak mau juga dirasakan adanya dampak ekonomi bagi sebagian besar keluarga binaa.

Satu persatu keluarga binaan hadir untuk hanya mengisi absensi kehadiran untuk selanjutnya diberikan paket vitamin. Ada beberapa yang bertanya kenapa kok tidak dilaksanakan seperti biasanya. Dengan sabar para petugas pendistribusian menyampaikan bahwa hal ini dilakukan karena sesuai dengan anjuran pemerintah Kota Malang agar pelaksanaan pembinaan dan santunan tetap terlaksana meskipun dengan kondisi yang sangat terbatas waktunya.

Semua merasakan tidak nyaman dan tidak bisa beraktivitas secara maksimal sebagaimana pada hari dan bulan – bulan sebelumnya. Namun dengan adanya penerapan karantina sosial dan mengurangi aktivitas diluar rumah menjadi salah satu hal utama dalam mengurangi proses terjadinya penyebaran virus Covid 19 ini. Terlebih lagi sebentar lagi bulan Ramadhan pasti keinginan kuat untuk bisa memasuki bulan Ramadhan secara sehat dan prima untuk bisa melaksanakan ibadah tanpa ada halangan. Sebagai lembaga sosial dan pengelola zakat tentunya ada kekhawatiran dengan sepi dan berkurangnya kunjungan jama’ah dan masyarakat ke tempat – tempat ibadah. Namun ada, terobosan untuk mengatasi kerepotan bagi muzaki yang akan menunaikan zakat, infaq & shodaqah yatim’nya yakni melalui penunaian secara online. LAZIS melalui petugas – petugas khusus akan menghubungi melalui video call untuk pelaksanaan akad dan juga penyampaian doa keberkahan atas zakat yang ditunaikan. (M20*)

Leave a Replay